Membedakan pengetahuan, ilmu, dan filsafat.
Pertemuan 02 · Fondasi
Hakikat Ilmu, Pengetahuan, dan Filsafat
Membedakan pengetahuan, ilmu, dan filsafat sebagai proses serta produk.
Tujuan pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...
Menjelaskan karakteristik ilmu sebagai proses dan produk.
Menganalisis hubungan rasionalitas, objektivitas, sistematika, dan bukti dalam ilmu.
Menerapkan pembedaan tersebut pada contoh kajian sejarah.
“Apakah setiap informasi yang diketahui manusia dapat langsung disebut sebagai ilmu?”
Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.
Materi inti
Satu konsep utama, satu ruang fokus.
Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.
Pengetahuan
Pengetahuan lahir dari relasi manusia dengan dunia dan mencakup pengalaman sehari-hari, keterampilan, keyakinan, serta pemahaman.
Studi kasus
Uji konsep pada persoalan nyata.
Bandingkan dua informasi tentang sebuah situs sejarah: informasi pertama berasal dari papan resmi situs, informasi kedua berasal dari cerita pemandu lokal. Tentukan status keduanya sebagai pengetahuan, bukti yang mungkin tersedia, dan langkah agar dapat digunakan dalam kajian ilmiah.
Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.
Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas mahasiswa
Bergerak dari konsep menuju praktik.
Apa yang dilakukan
Membuat tabel perbandingan pengetahuan sehari-hari, pengetahuan ilmiah, dan filsafat.
Proses
Mengidentifikasi unsur proses dan produk ilmu dari satu artikel sejarah.
Luaran
Mendiskusikan objektivitas dalam penulisan sejarah.
Tugas pertemuan
Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.
Bedah satu artikel sejarah dan tunjukkan masalah, sumber atau data, metode, argumentasi, produk pengetahuan, serta ruang kritik terhadap kesimpulannya.
- Sumber
- Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
- Ketentuan
- Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
- Batas waktu
- Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
- 01
Apakah sebuah sumber resmi selalu lebih benar daripada sumber lisan? Jelaskan.
- 02
Bagaimana kritik ilmiah dapat memperkuat, bukan melemahkan, pengetahuan?
Tes formatif
Periksa pemahaman Anda.
Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.
01Bedakan pengetahuan dan ilmu.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
02Jelaskan makna objektivitas yang realistis dalam ilmu sejarah.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
03Apa yang dimaksud ilmu sebagai proses dan produk?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
04Mengapa historiografi dapat dianggap produk sekaligus bagian dari proses ilmu?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
05Berikan contoh pertanyaan filosofis tentang konsep bukti sejarah.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
Referensi pertemuan
Rujukan yang digunakan dalam modul.
Suriasumantri, J. S. (2009). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer (Cet. 22). Pustaka Sinar Harapan.
Bakhtiar, A. (2019). Filsafat ilmu (edisi revisi). Rajawali Pers.
Popper, K. R. (2002). The logic of scientific discovery (2nd ed.). Routledge.
Pretorius, L. (2024). Demystifying research paradigms: Navigating ontology, epistemology, and axiology in research. The Qualitative Report, 29.
Buka DOI ↗

