Menjelaskan nilai dan fungsi Pendidikan Sejarah.
Pertemuan 12 · Pendidikan Sejarah
Aksiologi Pendidikan Sejarah
Nilai, identitas, nasionalisme, moralitas, dan pendidikan karakter.
Tujuan pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...
Menganalisis hubungan sejarah dengan identitas, nasionalisme, moralitas, dan karakter.
Menilai risiko bias dan indoktrinasi dalam penggunaan sejarah.
Merancang pembelajaran sejarah yang kritis, etis, dan inklusif.
“Bagaimana menumbuhkan nasionalisme tanpa mengubah sejarah menjadi propaganda?”
Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.
Materi inti
Satu konsep utama, satu ruang fokus.
Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.
Fungsi Pendidikan Sejarah
Pendidikan Sejarah memiliki fungsi intelektual, identitas, sosial, dan etis.
Studi kasus
Uji konsep pada persoalan nyata.
Sebuah materi menggambarkan satu kelompok sebagai penyebab tunggal konflik dengan istilah merendahkan. Rancang revisi agar tanggung jawab historis tetap dijelaskan tanpa menghasilkan stereotip.
Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.
Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas mahasiswa
Bergerak dari konsep menuju praktik.
Apa yang dilakukan
Menganalisis bahasa nilai dalam satu buku teks sejarah.
Proses
Membuat matriks penjelasan, penilaian, dan pembenaran untuk satu kasus historis.
Luaran
Merancang aktivitas kelas yang mengembangkan perspektif dan penalaran etis.
Tugas pertemuan
Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.
Pilih satu topik sejarah sensitif. Susun rancangan penyajian berbasis bukti, multiperspektif, dan etis untuk peserta didik sekolah menengah.
- Sumber
- Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
- Ketentuan
- Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
- Batas waktu
- Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
- 01
Bagaimana menumbuhkan nasionalisme tanpa mengubah sejarah menjadi propaganda?
- 02
Kapan multiperspektivitas memiliki batas?
Tes formatif
Periksa pemahaman Anda.
Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.
01Sebutkan fungsi Pendidikan Sejarah.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
02Jelaskan hubungan sejarah dan identitas.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
03Apa yang dimaksud dimensi etis historical thinking?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
04Bedakan penjelasan dan pembenaran.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
05Mengapa pendidikan karakter sebaiknya berbasis analisis dilema?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
Referensi pertemuan
Rujukan yang digunakan dalam modul.
Sung, P.-F. (2020). Historical consciousness matters: National identity, historical thinking and the struggle for a democratic education in Taiwan. Journal of Curriculum Studies, 52(5), 685–701.
Buka DOI ↗Seixas, P. (2017). A model of historical thinking. Educational Philosophy and Theory, 49(6), 593–605.
Buka DOI ↗Van Drie, J., & Van Boxtel, C. (2022). Learning history. In The Cambridge handbook of the learning sciences (3rd ed., pp. 523–542). Cambridge University Press.
Buka DOI ↗Koster, E., & de Regt, H. W. (2020). Science and values in undergraduate education. Science & Education, 29, 123–143.
Buka DOI ↗

