11

Pertemuan 11 · Pendidikan Sejarah

Epistemologi Pendidikan Sejarah

Sumber, metode penelitian, subjektivitas, dan kebenaran sejarah.

CPMK 2 · CPMK 32 × 45 menitMateri tersedia

Tujuan pembelajaran

Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...

Buka bab lengkap di modul
01

Mengidentifikasi jenis dan fungsi sumber sejarah.

02

Menjelaskan tahapan metode sejarah sebagai proses memperoleh pengetahuan.

03

Menganalisis subjektivitas, objektivitas, dan kebenaran sejarah.

04

Mengembangkan literasi sumber dalam pembelajaran.

sumber sejarahheuristikkritik sumberinterpretasihistoriografiobjektivitassubjektivitas
Pertanyaan pemantik
Mengapa sumber primer tetap dapat memuat bias dan tidak berbicara dengan sendirinya?

Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.

Materi inti

Satu konsep utama, satu ruang fokus.

Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.

Konsep 01

Sumber sejarah

Sumber menjadi dasar pengetahuan sejarah, tetapi relevansi dan kredibilitasnya harus dinilai sesuai pertanyaan kajian.

Studi kasus

Uji konsep pada persoalan nyata.

01 · Konteks

Sebuah unggahan menggunakan foto hitam-putih dengan keterangan yang salah dan telah dibagikan ribuan kali. Rancang langkah verifikasi sumber tanpa mengandalkan popularitas unggahan.

02 · Permasalahan

Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.

03 · Pertanyaan analisis

Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Aktivitas mahasiswa

Bergerak dari konsep menuju praktik.

01

Apa yang dilakukan

Mengklasifikasikan sumber berdasarkan fungsi dan hubungan dengan pertanyaan penelitian.

02

Proses

Melakukan kritik eksternal dan internal terhadap satu sumber.

03

Luaran

Berlatih corroboration menggunakan minimal tiga sumber tentang peristiwa yang sama.

Tugas pertemuan

Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.

Pilih satu sumber digital bertema sejarah. Lakukan kritik eksternal, kritik internal, contextualization, dan corroboration. Sajikan hasil dalam laporan 3–4 halaman.

Sumber
Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
Ketentuan
Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
Batas waktu
Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
Buka SIAKAD ↗
Refleksi pembelajaran
  1. 01

    Apa yang membuat sumber primer tetap bisa bias?

  2. 02

    Mengapa pembandingan sumber penting untuk membangun kepercayaan terhadap klaim?

Tes formatif

Periksa pemahaman Anda.

Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.

01Apa yang dimaksud sumber sejarah?

Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.

02Jelaskan kritik eksternal dan internal.

Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.

03Apa fungsi interpretasi?

Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.

04Bedakan subjektivitas yang wajar dan bias yang merusak.

Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.

05Apa yang dimaksud sourcing, contextualization, dan corroboration?

Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.

Referensi pertemuan

Rujukan yang digunakan dalam modul.

  1. Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah: Pengantar metode sejarah (N. Notosusanto, Trans.). UI Press.

  2. Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

  3. Carr, E. H. (2018). What is history? Penguin Classics.

  4. Wineburg, S. (2001). Historical thinking and other unnatural acts: Charting the future of teaching the past. Temple University Press.

  5. Thorp, R., & Persson, A. (2020). On historical thinking and the history educational challenge. Educational Philosophy and Theory, 52(8), 891–901.

    Buka DOI ↗