Menjelaskan realitas sejarah, peristiwa, fakta, dan narasi.
Pertemuan 10 · Pendidikan Sejarah
Ontologi Pendidikan Sejarah
Peristiwa, fakta, narasi, interpretasi, dan makna sejarah.
Tujuan pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...
Menganalisis objek material dan formal Pendidikan Sejarah.
Menjelaskan hubungan rekonstruksi masa lalu dengan interpretasi.
Menerapkan analisis ontologis pada kasus pembelajaran sejarah.
“Bagaimana membedakan masa lalu yang terjadi, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, dan narasi yang disusun tentangnya?”
Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.
Materi inti
Satu konsep utama, satu ruang fokus.
Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.
Masa lalu, sejarah, dan historiografi
Masa lalu adalah realitas yang telah terjadi; sejarah merupakan rekonstruksi berdasarkan bukti; historiografi adalah penulisan atau kajiannya.
Studi kasus
Uji konsep pada persoalan nyata.
Sebuah lokasi bernama benteng belum menunjukkan struktur pertahanan secara arkeologis, tetapi masyarakat mempertahankan namanya karena memori lokal. Jelaskan cara membahas realitas material, fakta, tradisi, dan identitas tanpa meniadakan salah satunya.
Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.
Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas mahasiswa
Bergerak dari konsep menuju praktik.
Apa yang dilakukan
Membuat diagram masa lalu, sumber, fakta, interpretasi, dan narasi.
Proses
Menganalisis satu narasi sejarah lokal dari sisi objek dan batas bukti.
Luaran
Menyusun istilah komunikasi publik yang membedakan terbukti, diduga, dan menurut tradisi.
Tugas pertemuan
Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.
Analisis satu objek, situs, atau tradisi lokal dan petakan empat lapisan: realitas material, sumber, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, dan makna sosial atau identitas.
- Sumber
- Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
- Ketentuan
- Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
- Batas waktu
- Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
- 01
Mengapa tradisi lisan tetap penting walaupun belum tentu dapat diperlakukan sebagai fakta literal?
- 02
Bagaimana bahasa komunikasi publik dapat menunjukkan tingkat kepastian bukti?
Tes formatif
Periksa pemahaman Anda.
Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.
01Bedakan masa lalu, sejarah, dan historiografi.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
02Apa perbedaan peristiwa dan fakta?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
03Mengapa narasi diperlukan dalam sejarah?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
04Apa objek formal Pendidikan Sejarah?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
05Bagaimana ontologi membantu membaca sejarah lokal?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
Referensi pertemuan
Rujukan yang digunakan dalam modul.
Carr, E. H. (2018). What is history? Penguin Classics.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.
Thorp, R., & Persson, A. (2020). On historical thinking and the history educational challenge. Educational Philosophy and Theory, 52(8), 891–901.
Buka DOI ↗Seixas, P. (2017). A model of historical thinking. Educational Philosophy and Theory, 49(6), 593–605.
Buka DOI ↗

