Menjelaskan hakikat Pendidikan Sejarah sebagai bidang akademik dan praktik pendidikan.
Pertemuan 09 · Pendidikan Sejarah
Filsafat Ilmu dalam Pendidikan Sejarah
Hakikat Pendidikan Sejarah dan nilai filosofis pembelajaran.
Tujuan pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...
Menjelaskan filsafat ilmu sebagai kerangka analisis pengetahuan sejarah.
Menganalisis hubungan fakta, interpretasi, narasi, dan pembelajaran.
Menghubungkan historical thinking dengan tujuan Pendidikan Sejarah.
“Apa perbedaan belajar sejarah dan berpikir historis ketika dua narasi memakai sudut pandang yang berbeda?”
Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.
Materi inti
Satu konsep utama, satu ruang fokus.
Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.
Hakikat Pendidikan Sejarah
Pendidikan Sejarah memadukan disiplin sejarah dengan ilmu pendidikan untuk membangun pengetahuan dan cara berpikir.
Studi kasus
Uji konsep pada persoalan nyata.
Dua buku sekolah memberi penekanan berbeda pada satu konflik politik: satu berpusat pada negara, satu pada pengalaman masyarakat. Analisis pertanyaan, bukti, dan perspektif yang mungkin menghasilkan dua narasi tersebut.
Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.
Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas mahasiswa
Bergerak dari konsep menuju praktik.
Apa yang dilakukan
Melakukan sourcing dan contextualization terhadap satu dokumen sejarah.
Proses
Mengelompokkan konsep sejarah tingkat pertama dan tingkat kedua.
Luaran
Mendesain satu aktivitas historical thinking untuk siswa SMA.
Tugas pertemuan
Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.
Rancang satu aktivitas pembelajaran berbasis dua atau lebih sumber primer untuk melatih historical thinking. Sertakan tujuan, sumber, langkah, dan indikator penilaian.
- Sumber
- Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
- Ketentuan
- Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
- Batas waktu
- Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
- 01
Apa perbedaan belajar sejarah dan berpikir historis?
- 02
Bagaimana guru mengajarkan perbedaan interpretasi tanpa jatuh pada relativisme?
Tes formatif
Periksa pemahaman Anda.
Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.
01Jelaskan hakikat Pendidikan Sejarah.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
02Apa yang dimaksud historical thinking?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
03Bedakan konsep sejarah tingkat pertama dan kedua.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
04Jelaskan hubungan fakta dan interpretasi.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
05Mengapa kesadaran sejarah perlu dibangun secara kritis?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
Referensi pertemuan
Rujukan yang digunakan dalam modul.
Wineburg, S. (2001). Historical thinking and other unnatural acts: Charting the future of teaching the past. Temple University Press.
Seixas, P. (2017). A model of historical thinking. Educational Philosophy and Theory, 49(6), 593–605.
Buka DOI ↗Thorp, R., & Persson, A. (2020). On historical thinking and the history educational challenge. Educational Philosophy and Theory, 52(8), 891–901.
Buka DOI ↗Van Drie, J., & Van Boxtel, C. (2022). Learning history. In The Cambridge handbook of the learning sciences (3rd ed., pp. 523–542). Cambridge University Press.
Buka DOI ↗

