Menjelaskan idealisme, realisme, dan pragmatisme dalam pendidikan.
Pertemuan 07 · Pendidikan
Landasan Filosofis Pendidikan
Idealisme, realisme, pragmatisme, dan praksis pendidikan.
Tujuan pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu...
Membandingkan pandangan tiap aliran tentang pengetahuan, guru, peserta didik, dan kurikulum.
Menganalisis implikasi aliran filsafat terhadap pembelajaran sejarah.
Menyusun posisi filosofis yang argumentatif untuk praktik pendidikan.
“Orientasi filosofis apa yang sebenarnya berada di balik pilihan tujuan, metode, dan evaluasi pembelajaran?”
Gunakan pertanyaan ini untuk menguji asumsi awal sebelum memasuki materi inti.
Materi inti
Satu konsep utama, satu ruang fokus.
Pilih simpul konsep untuk menampilkan penjelasan ringkas. Uraian lengkap tersedia di Modul Perkuliahan.
Filsafat dan pilihan praktik
Pilihan pendidikan selalu memuat asumsi tentang realitas, pengetahuan, nilai, guru, dan peserta didik.
Studi kasus
Uji konsep pada persoalan nyata.
Guru sejarah ingin menumbuhkan karakter nasionalisme, ketepatan penggunaan sumber, dan keterampilan proyek sejarah lokal sekaligus. Analisis kontribusi idealisme, realisme, dan pragmatisme tanpa saling meniadakan.
Temukan perbedaan antara bukti, klaim, asumsi, interpretasi, atau nilai yang bekerja pada kasus tersebut.
Tinjau kasus dengan konsep pada pertemuan ini dan bangun jawaban melalui alasan serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Aktivitas mahasiswa
Bergerak dari konsep menuju praktik.
Apa yang dilakukan
Menyusun matriks idealisme, realisme, dan pragmatisme dari aspek realitas, pengetahuan, guru, peserta didik, metode, serta evaluasi.
Proses
Menganalisis orientasi filosofis satu skenario pembelajaran sejarah.
Luaran
Merancang aktivitas yang mengintegrasikan bukti, nilai, dan pengalaman.
Tugas pertemuan
Terapkan konsep secara mandiri dan bertanggung jawab.
Susun rancangan singkat satu pertemuan pembelajaran sejarah dan jelaskan dasar filosofisnya melalui idealisme, realisme, pragmatisme, atau kombinasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Sumber
- Gunakan sumber yang dapat diverifikasi.
- Ketentuan
- Ikuti etika akademik dan sitasi APA 7.
- Batas waktu
- Mengikuti arahan dosen melalui SIAKAD.
- 01
Orientasi filosofis apa yang paling dominan dalam pengalaman belajar Anda?
- 02
Apa risiko apabila Pendidikan Sejarah hanya berorientasi pada satu aliran?
Tes formatif
Periksa pemahaman Anda.
Soal berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal UTS atau UAS. Modul tidak menyediakan kunci jawaban.
01Jelaskan karakteristik idealisme dalam pendidikan.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
02Bagaimana realisme memengaruhi pembelajaran sejarah?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
03Mengapa pragmatisme relevan untuk proyek sejarah lokal?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
04Apa perbedaan eklektisisme yang bertanggung jawab dan campuran metode tanpa dasar?+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
05Rancang contoh kegiatan yang menggabungkan dua aliran.+
Susun jawaban dengan bahasa sendiri, gunakan konsep yang tepat, berikan contoh relevan, dan cantumkan sumber apabila diperlukan.
Referensi pertemuan
Rujukan yang digunakan dalam modul.
Fogelberg, K., & Wang, Y. (2024). Educational philosophy and philosophers. In Educational principles and practice in veterinary medicine (pp. 1–33). Wiley.
Buka DOI ↗Bakhtiar, A. (2019). Filsafat ilmu (edisi revisi). Rajawali Pers.
de Regt, H. W., & Koster, E. (2021). The hows and whys of philosophy of science teaching: A comparative analysis. European Journal for Philosophy of Science, 11, 106.
Buka DOI ↗

